Pengamen ini dijamin ada dalam bus AC pagi nomor 16 Lebak Bulus-Rawamangun. Membawakan tembang-tembang religious dan pop melayu. Suaranya khas dan renyah bagi kami para penumpang yang masih mengantuk karena kurang tidur.
Tamara Rendi, seorang musisi jalanan dengan spesialisasi lagu-lagu religious kristen. Sangat bersahabat dengan penumpang dan para supir dan kernet. Kadang dia juga ikut memanggil2 para penumpang dan memberi "bocoran" info pada para kernet tentang bus yang sudah lewat atau yang belum. Pada saat selesai malah mengobrol dengan para penumpang dibelakang. Suaranya yang lantang, sengau dan khas (mungkin Batak atau Manado) bisa terdengar di belakang saat bercengkrama dengan penumpang lainnya. Dia juga sangat religious dan selalu menyempatkan diri bersaksi dan dalam Kristus dalam setiap aksinya. Sampai sekarang saya tidak tau apakah Rendi ini seorang laki atau perempuan, walaupun penasaran saya tidak akan cari tahu.
Ada juga yang tampangnya sangat nge-Rock tapi pada saat menyanyi malah membawakan ladu-lagu daerah dan tembang2 pop Betawi ala Benyamin n Ida. Yang membanggakan, dia membawakan lagu-lagu ini dengan campuran alunan musik kroncong dan latin classical (ala Marc Antoine n Santana). Hebat bukan?Mari kita dukung terus para pengamen kita ini. Beri mereka sesuatu untuk lagu-lagu yang mereka bawakan untuk kita. Siapa yang tahu tentang nasib mereka apabila Pemda Jakarta tiba-tiba mentertibkan dan meniadakan keberadaan mereka dari alat transportasi umum kita? Yang tertinggal hanyalah sketsa-sketsa ini. Hidup musik, hidup para pengamen.






