Friday, May 24, 2013

PELABUHAN TRADISIONAL KALIMAS SURABAYA

 Pelabuhan Kalimas Surabaya adalah tempat bongkar muat bagi kapal kapal dagang yang bersandar di pelabuhan surabaya. mempunyai sejarah panjang dalam sejarah surabaya. pelabuhan ini letaknya menjorok masuk ke dalam aliran sungai muara Kalimas, diyakini sudah ada sejak berabad yang lalu, semenjak jaman kerajaan kerajaan di Jawa masih berkuasa, merupakan pelabuhan besar sebagai tempat perdagangan dimasa lampau, yang mempengaruhi banyak peradaban dan budaya Surabaya menjadi lebih bervariasi dangan masuknya pedagang pedagang manca negara sejak jaman dahulu. menjadikan Kota Surabaya menjadi kota yang berragam macam penduduknya. Karena itu di Kota Tua Surabaya masih banyak peninggalan gedung Tua yang bergaya arsitek Eropa, China atau Arab.
Pada masa jaman Majapahit pelabuhan ini sangat dominan karena menjadi pintu masuk perdagang dari dunia luar ke Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Angkatan Lautnya yang hebat.

Jajaran kapal kapal dagang yang sedang bongkar muat menjadi obyek menarik untuk dijadikan karya sketsa, namun karena panasnya area pelabuhan, jika ada yang ingin ber sketsa ria dengan obyek obyek disini sebaiknya dimulai pada pagi hari. selain kapal kapal dagang, banyak juga gedung gedung tua peninggalan jaman kolonial yang sangat menarik untuk di abadikan dalam sketsa.

 Salam Sketsa!






SORE DI SURAMADU

Sebuah jembatan panjang yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau garam Madura,
perjalanan ditempuh dalam waktu satu jam dari kta tempat saya tinggal di Sidoarjo.
Di bangunnya jembatan Suramadu ini mempermudah dan memperpendek jarak dari Kota Surabaya ke Pulau Madura. Tidak lagi harus menggunakan Kapal Feri untuk penyeberangan bila kita akan berkunjung ke Pulau Madura. Dengan hanya membayar Rp. 3000 untuk tiket penyeberangan dirasa jauh lebih murah jika menggunakan kapal feri.
Pada saat sore hari juga menjadi pemandangan indah saat mulai temaram kita bisa melihat matahari tenggelam dari sisi pantai sebelah timur jembatan, badan jembatan yang melintang menjadi pemandangan yang menarik menemani sunset. juga deretan perahu perahu nelayan Madura yang bersiap untuk melaut menjadi obyek menarik untuk diabadikan dalam sketsa.









Monday, May 20, 2013

Museum

I visited the Museum ( Museum Ranggawarsita, Semarang) last Sunday and made some sketches.

Prehistoric man with is prey.

 Moko
A bronze drum.

A Stone statue of Ganesha among other artifacts.

Saturday, May 4, 2013

Makassar Trip 2013: A tourist in his own hometown.

I took a lone trip to Makassar few weeks ago to attend my brother's child baptism. This time I went home without my wife and children which means I would get a lot of time doing some of the things I can't do on vacation when they're around. One of those things is live sketching.
Here are some of the sketches I made during my visit to my hometown:
I thought I'd get some sketches done on the airplane. Boy, was I wrong. I fell asleep on the plane and woke up when only 40 minutes left to the flight. Then the next morning, before taking a route to Fort Rotterdam, I stopped by a coto kiosk to have me one of my favorite foods of all time, Coto Makassar.
COTO MAKASSAR

Here's another view of the completely consumed coto. It was still early in the morning so the kiosk was still empty. If you were curious about what Coto Makassar is all about, check on this url: http://en.wikipedia.org/wiki/Coto_Makassar
FORT ROTTERDAM

 Fort Rotterdam a.k.a Benteng Somba Opu a.k.a Benteng Ujung Pandang is one of the most visited tourist attractions in Makassar. It was built in the 15th century and holds a lot of memoir and history of the city. Right now it functions as history museums, multiple cultural event venue, art galleries and home (HQ) to Indonesia's Sketchers Makassar branch. I had a great chance to meet Zainal Beta (often called as Bang Enal), a senior artist who specializes in mud painting who volunteered to be the caretaker of IS Makassar. He organized a weekly gathering for IS Makassar where they would tour around the city together and sketch. Bang Enal double functioned his gallery/studio with IS Makassar office where the members can come and hang out everyday during the time he's in the gallery. For more on Fort Rotterdam, visit: http://id.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam

LELONG a.k.a Pusat Pelelangan Ikan a.k.a Fish market 

The city of Makassar is famous for its seafood culinary. So I went to the infamous Lelong where Makassar people would go to buy real fresh fish. The price is competitive, stock is great, variety is excellent. The smell, well, what would a fish market be if it smelled like a French perfume. I bet they rarely see a sketcher doing his thing in this area hence I was swarmed from the time I pulled out my sketch book until I put it away because I couldn't see anything anymore with so many people around me. It's fun to be a live sketcher, right?
AKKARENA BEACH
What is a visit to Makassar without witnessing one of its most ancient tourist and native alike attraction, the sunset. Akkarena beach is a mere 5 minutes away from the infamous Pantai Losari. Where pantai Losari is not so much suitable for bathing anymore (pollution from the city poured into the seaside), Akkarena is where the native would go to in order to find fresher sea water, lots of water sport activities, good food and magnificent sunset.
Back to Jakarta

 This time I took enough sleep at home before boarding on the plane. Here are some images from my seat. 

I hope someday soon I can go back again to my hometown and sketch more sceneries that I didn't get to sketch this time.

Wednesday, April 17, 2013

Beos, Bemo, dan Cerita Seru di Dalam Kabin

Front Cabin of Bemo (WIP) | 30X21 cm | Watercolor on Moleskine

Kemarin sempat nyantai di kabin belakang Bemo yang sedang mangkal dari panas teriknya matahari sekitaran Beos. sempat ngobrol juga bareng beberapa anggota PBJ (Paguyuban Bemo Jakarta) salah satunya Mujiono karena persis di belakang Bemo tempat saya bersandar, dia ikut dalam obrolan kami sambil ngelap bemo hijau nya.


"Berharap yang masih ada sekarang tidak hanya akan menjadi cerita kedepannya" 
- Mujiono, Anggota PBJ


Begitulah celetukannya ketika saya sedang menggambar, mengenai harapannya yang ingin sekali bemo masih bisa dinikmati ratusan tahun kedepan oleh generasi-generasi baru.

@agapratama


Wednesday, April 10, 2013

Sketchwalk Bandung

Perjalanan 1 hari 1 malam bareng  mengunjungi dan merespon Sketchwalk Bandung, trims untuk rekan-rekan Urban Sketchers Bandung. Baiklah, mula-mula inilah rute kami :


Semua berawal jauh sebelum rute itu dijalankan, berikut cerita perjalanan ke Sketchwalk Bandung 



Stasiun Gambir 03.00 AM

Kereta masih jam 05.45 AM saya dan Basith Ibrahim (@puppetvector) yang merupakan "partner in crime" saya sketching, duileh ! setuju untuk melakukan pemanasan yang urban. 

Melihat orang-orang yang tertidur sambil menjaga bawaannya merupakan keunikan dari perjalanan ini. sebegitu pasrahnya mereka tidur sambil memeluk bawaannya, sebegitu lah standar keamanan bagi masyarakat Gambir malam ini ?


KA Argo Parahyangan


3 Jam perjalanan melewati sarapan dan hendak mengarungi Bandung, perut perlu diisi dengan sarapan yang akhirnya saya memesan Nasi Goreng RESKA yang biasa saja ini dengan harga Rp 23.000.- namun cukup untuk tenaga pagi ini. di hiasi pemandangan pinggir rel seperti beberapa perkampungan dan rerumputan, pokoknya pemandangan yang jauh dari indahnya Jakarta-lah.


Jl Alketeri - Jl Tamim

Letaknya hanya sekitar 1 km dari stasiun, saya berjalan kaki dan sempat bertemu regu sketchers di Kantor POS besar di jl Asia-Afrika.

Setelah itu kita berjalan kaki menuju Jl Alketeri. daerah ini begitu tabu untuk saya, yang pasti ini adalah pertokoan lama, terlihat dari berbagai plang yang sudah memiliki fingsi tambahan seperti plang LARIS yang sudah menjadi "cantolan" kandang burung, menurut perkiraan saya selain pertokoan, bangunan-bangunan di Jl Alketeri sudah menjadi tempat tinggal tetap juga. 

Kedai Kopi Purnama adalah meeting poin awal kita sebelum akhirnya dipindahkan karena jumlah peserta yang membludak.

Setelah Jl Alketeri kita berjalan lagi dengan pasukan menuju Jl Tamim, ya disini bisa dibilang pusat produksi celana, saya teringat dengan cerita teman saya calon pengusaha sukses Norman Akbar Natsir yang kata-katanya terbukti, celana jins disini murah dan bisa dibeli bahan nya saja.




Gedung SWARHA


Jika dilihat dari banyak ilalang yang tumbuh di tembok-temboknya ini adalah sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai. kabarnya gedung ini dulunya berupa hotel yang di bawahnya terdapat pertokoan. jika dilihat dari sekitarnya kemungkinan gedung ini adalah salah satu gedung mewah yang menghiasi jalan Asia-Afrika, namun melihat kondisinya sekarang Gedung SWARHA ini tidak menjadi apa-apa.

sebuah kenangan dari pengalaman hari itu, Kereta pulang kami dibatalkan perihal terjadinya longsor di jalurnya. akhirnya kami bergegas untuk mencari travel, berangkat jam 8.00 PM sampai di Jakarta pukul 11.30 PM


Berikut foto terakhir dari pertemuan pertama, acara ini kabarnya didatangi sampai 95 peserta.
sumber foto : Album:Bandung Sketchwalk, vol. I: Jalan-jalan sambil sketsa!


Spesifikasi presentasi karya :

Watercolor on paper
40 x 20 cm

2013

@agapratama

Monday, April 1, 2013

Kedai Jamu dan Kopi, Suwe Ora Jamu

tinta, cat air di Nude Book | 15 x 15 cm (spread) | 2013


Jamu adalah sebuah sebutan dari orang Jawa untuk ramuan obat dari tetumbuhan (herbal) tanpa menggunakan bahan kimia sebagai zat tambahan.

Sebuah kedai di Petogongan yang cukup unik untuk kini, ditengah maraknya cafe menjajakan kopi, teh atau bir, kedai ini malah menjual jamu. dengan harga yang sangat terjangkau. unik sekali cafe ini, ketika saya masuk bisasanya sebuah kedai kopi, teh, atau bir didatangi oleh golongan umur yang sudah terkotak-kotakkan karena fungsinya untuk bertemu rekan bisnis atau belajar,dll. Tapi dikedai ini malah ada beberapa anak-anak kecil yang lumayan pecicilan lari sana sini, ada geng ibu, ada juga yang sedang rapat, ada juga yang sedang belajar dan kumpul keluarga (ya saya kumpul keluarga disini).

Jamu yang saya cicipi adalah Gingseng Prakoso untuk memelihara kesehatan, menambah stamina, menyegarkan badan.

unik, tempat yang juga nyaman, saya jatuh cinta sama Suwe Ora Jamu :)