Showing posts with label water color. Show all posts
Showing posts with label water color. Show all posts

Monday, March 11, 2013

Travel Sketches Ho Chi Minh & Siem Reap

It's been too long since my last post here.. shame on me..Yet, i still in my pause mode for sketching..
I need something to summon the all the emotion i would feel when sketching, thus, i post these sketches from my last travel journey.
In 2011 (yes, that long), we went to Ho Chi Minh (Vietnam) and Siem Reap (Cambodia). We want to see and feel the energy in the great temples (Indonesia has also many great temples, will post that later) in Siem Reap. We chose to flew to Ho Chi Minh and took a bus to Siem Reap, this way cost us cheaper than a direct fly from Jakarta to Siem Reap ;p
We're mesmerized by the greatness of Hindhu's and Budha's temples there. I don't think i can describe it well in words as well as sketches.  But maybe you can see how exiting, how in-a-rush and how the-sun-won't-let-me-stay-too-long I was when sketching the temples.

Ho Chi Minh Post (Bu'u Dien Than Po Ho Chi Minh)

Pre-Rup, Siem Reap, Cambodia

Ta Som, Siem Reap, Cambodia

Bakong Temple, Siem Reap, Cambodia.


Bakan-Angkor Watt, Siem Reap, Cambodia.





Wednesday, September 19, 2012

Daimonji Festival


16 Agustus 2012, saya berkesempatan bisa menyaksikan perayaan Gozan no Okuribi atau yang lebih populer dengan istilah Daimonji.  Daimonji adalah sebuah perayaan pembakaran obor raksasa diatas gunung yang mengelilingi kota Kyoto, bertujuan untuk mengantarkan arwah para leluhur kembali  ke alam baka (setelah kedatangan mereka untuk berkumpul kembali dengan para keluarga pada perayaan Obon).  

Perayaan Daimonji dimulai tepat pukul 08.00 malam yakni dengan membakar obor yang membentuk tiga karaker China dan dua bentuk benda:
  1. Daimonji (大文字), karakter China yang berarti "besar" atau "hebat",berlokasi di Daimonji-Yama/Higashi-Yama, Nyoigatake, waktu pembakaran pukul 8:00PM
  2. Myō/Hō (妙・法), karakter China yang berarti "wondrous dharma" (berdasar pada ajaran Budha), berlokasi di  Matsugasaki, Nishi-Yama/Higashi-Yama, waktu pembakaran pukul 8:10PM
  3. Funagata (舟形), berbentuk perahu, berlokasi di  Nishigamo, Funa-Yama, waktu pembakaran pukul 8:15PM
  4. Hidari Daimonji (左大文字), karakter China yang juga berarti "besar", berlokasi di Daihoku-San, Hidaridaimonji-San, waktu pembakaran pukul 8:15PM
  5. Toriigata (鳥居形), berbentuk gerbang kuil, berlokasi di Toriimoto, Mandara-San, waktu pembakaran pukul  at 8:20PM  
Foto-foto seputar persiapan pembakaran obor bisa dilihat di sini

di tepian Kamo Gawa inilah kami menyaksikan karakter Daimonji dibakar di puncak Higashi Yama (nampak berupa lahan gundul  berbentuk segitiga di puncaknya, disitulah karakter kanji raksasa terlihat)


Salah satu lokasi terpoluler untuk menyaksikan pembakaran Daimonji adalah Kamo Gawa (sungai Kamo).  Sebab dari sini kita bisa melihat pembakaran 2 karakter (Daimonji dan Funagata) dari gunung yang berbeda.   Traffic light untuk sementara tidak difungsikan, jalan-jalan utama yang menuju Kamo Gawa ditutup untuk kendaraan.  Para penjual jajanan khas Jepang terlihat di beberapa sudut jalan, termasuk penjual es serut yang dagangannya paling diminati di musim panas ini.  Karena tepian sungai ini akan dipadati orang, maka harus datang sejak jam 05.00 sore agar bisa mendapat tempat yang strategis.  Berhubung akan menunggu kurang lebih 3 jam lamanya, jadi  tikar, bento, dan cemilan wajib hukumnya untuk dibawa :)


suasana tepian Kamo Gawa saat masih sore, banyak yang turun ke sungai menangkap untuk ikan, atau sekedar merendam kaki sambil menikmati bir dingin. beberapa helikopter SAR nampak berpatroli dilangit Kyoto memastikan persiapan perayaan Daimonji berjalan sesuai rencana
suasana kerumunan para pemburu Daimonji di tepian Kamo Gawa.  Banyak juga diantara yang datang mengenakan Yukata (Kimono musim panas)

suasana pembakaran karakter Daimonji di Higashi- Yama di malam itu
Tepat pukul 08.00 malam karakter Daimonji yang terletak di Higashi Yama dibakar.  Kerumunan orang yang menyaksikan di tepian Kamo Gawa menyambutnya decak kagum sambil bertepuk tangan.  Layaknya kunang-kunang yang bertebaran dalam kegelapan di tepian sungai, cahaya layar hand phone menjadi pemandangan tersendiri  ketika masing-masing pengunjung mengabadikan momen Daimonji tersebut dalam fitur kamera mereka.  Waktu pembakaran yang hanya 15 menit memang terlalu singkat bila dibandingkan lamanya kita menunggu sejak sore hari.  Namun pengalaman yang didapat dari perayaan sekali setahun itu benar-benar membekas dalam hati.  

Pelan-pelan cahaya obor dari atas gunung mulai meredup.  Kerumunan orang mulai beranjak pulang.  Kalau bisa saya gambarkan, mirip suasana kerumunan orang pulang shalat Eid waktu lebaran, bedanya ini di malam hari.  Hebatnya, kerumunan massa yang sedemikian padat bisa terurai kembali ke keadaan normal tanpa ada yang dorong-dorongan, orang yang berteriak karena terhimpit, atau anak-anak yang terpisah dari orang tuanya karena terlalu berdesak-desakan.  Kami yang membawa dua bayi kembar dan anak 7 tahun bisa tiba kembali ke apato hanya dalam waktu 20 menit (terhitung mulai meninggalkan Kamo Gawa, antri di kereta, sampai tiba di apato) tanpa menemui kesulitan sama sekali :)

Thursday, May 10, 2012

From Kyoto with love

Maret 2012, saya ikut suami (yang sekolah S3 lagi) menetap Kyoto.  Tentu saja dengan memboyong Zidan (anak pertama yg kini berusia 7 tahun) dan dua adik kembarnya (saat berangkat usia mereka 9 bulan).  Dengan kondisi seperti ini, sepertinya tidak memungkinkan bagi saya untuk ikutan 'ngantor' lagi bareng teman-teman admin IS lainnya.  Seminggu sebelum kepindahan, dengan berat hati saya mengabarkan pengunduran diri saya sebagai admin :( 

Mei 2012, setelah menemukan ritme yang pas dengan kehidupan baru kami di Kyoto, tiba saatnya untuk sharing 'pendapatan'.  Semoga teman-teman bisa merasakan juga aroma Kyoto dari sketsa-sketsa ini :)

Views from my apato (apartemen)






Hanami (celebrating Cherryblossom)





Tuesday, January 19, 2010

Sketching & Sharing with Indonesia's Sketcher' members

It was raining when we gathered for the 4th IS Sketching & Sharing.
The place was so calm and a little bit cold. The trees were stand there giving the feeling of a friendly place.
It was TIM (Taman Ismail Marzuki), a place where many artists usually set their agenda to meet their fellow artist.
The rain poured, and then stop, and then poured again..the whole day.
It was fun meeting other friend and did the sketch together.

And these are my sketches during that day

food court under the trees



book shop



night sketching: Formule 1 Hotel, view from TIM.