Saturday, August 25, 2012

Tengger Massif

Tengger Massif atau gugusan Pegunungan Tengger berada di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, gugusan pegunungan ini terdiri dari Gn.. Bromo, Gn. Batok, dan Gn. Semeru.



Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Bromo, kunjungan pertama pada tahun 1991. Kali ini saya tidak naik ke bibir caldera Bromo, tetapi saya berkeliling lebih banyak tempat seperti Penanjakan, Pasir berbisik dan padang savana.

Tengger Massif, Gunung Batok di depan dengan bentuk cone, Gunung Bromo tampak di sebelah belakang kiri dari Gunung Batok, caldera ini biasanya mengeluarkan asap dengan bau belerang yang menyengat. Tampak jauh di latar belakang adalah Gunung Semeru, gunung tertinggi di P. Jawa.

Jeep 4WD berjajar di lautan pasir Ngadisari dekat di kaki Gn. Batok dan Gn. Tengger.
Menunggang kuda juga merupakan cara memjelajahi daerah ini.

Kenadaraan kendaraan berhenti di sebuah tempat yang disebut oleh sopir kami sebagai "Pasir Berbisik". Tempat ini merupakan lokasi shooting film yang berjudul sama.

Salah satu kesukaan saya ketika duduk di samping pak sopir ... menggambar sopir yang sedang mengemudi.
kali ini jauh lebih sulit karena guncangan jalur off road dan tikungan tajam melingkar.
Pemandangan yang spektakuler dari Penanjakan, ketika matahari baru saja terbit dan puncak puncak gugusan gunung tersentuh sinarnya. Para wisatawan berkumpul di Penanjakan menunggu matahari terbit, suhu saat itu 8 derajat celcius.

Thursday, August 23, 2012

Jakarta dan Monorail


Siang hari di  bawah teriknya matahari Tambun. beberapa orang terlihat sibuk merapikan sebuah kapsul besar yaitu sebuah lokomotif monorail. Monorail yang dikerjakan 100% tenaga lokal ini nantinya akan diaplikasikan di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Dengan kecepatan maksimal 60 km/jam kendaraan ini berkapasitas 125 orang / gerbong (3 gerbong / kereta).


Inilah penggerak Monorail tersebut. perbedaannya dengan kereta adalah terletak pada ban, kereta menggunakan roda besi, sedangkan Monorail menggunakan ban angin (ukurannya sebesar ban truk). Teknologi ini ditemukan di Jerman oleh seorang Insinyur bernama Alweg di tahun 60an. dan terus berkembang hingga saat ini.


Suasana workshop dan jalur uji coba monorail. Saya menggambar dari atas satu bangunan kecil, panasnya bukan main. 


Foto bersama tim Monorail  di sebelah saya adalah otak dari Monorail ini, Bapak Kunsan Nuryadi

"Setelah keberadaan angkutan-angkutan umum seperti KOPAJA, Busway, Commuterline, dll. Apakah Monorail bisa menjawab permasalahan hari ini di kemudian hari ?"


JAKARTA DAN MONORAIL, EFEKTIFKAH ?
Watercolor, ink on paper
14.8 x 21 xm (spread)
2012

-Nugraha Pratama
@agapratama

Monday, August 20, 2012

Idul Fitri A'la Jusuf Kalla

Open House yang diadakan di kediaman Jusuf Kalla di daerah Darmawangsa tepat tanggal 20 Agustus 2012 sangat ramai. Ini adalah open house yang saya ikuti kedua kalinya setelah tahun lalu saat beliau ulang tahun. Hiruk pikuk orang-orang yang kesana kemari, senggol sana senggol sini. Beberapa petinggi negara juga bersebaran, wajah-wajah tenar di televisi yang bisa di temui langsung. sebuah rumah yang tidak terlalu besar ini dipenuhi aura kekeluargaan yang terasa akrab. Namun, bukan itu lah yang paling menarik di open house ini. Dengan sangat jujur, yang paling menarik adalah makanannya. 

Masakannya sangat beragam, dari kuliner lokal sampai yang ke-arab-an ada disini dan bisa dinikmati sepuasnya. Saya hanya sempat menenggak lima macam masakan dan minuman dari sekian banyak macam. 




Yang pertama adalah Jus Kacang Hijau, rasanya manis ini adalah jus yang fresh dan ini minuman yang paling top !

Kedua, Sate Padang, rasanya tidak seperti umumnya sate padang. Tidak pedas, lebih gurih, lebih matang (agak gosong) mungkin kata yang tepat untuk rasa sate padang ini adalah mild.

Ketiga, Nasi Kebuli Al-Jazeera (Mandhi Ayam), dengan Basmati dan rasa timur tengah yang khas beraroma capulaga. saya mendapat potongan ayam terbesar hahaha, demi perut dan estetika menggambar (ayam 1/2 ekor dipotong vertikal).

Keempat, Telur Ikan Terbang, makanan ini menurut saya lebih cocok menjadi topping saat makan mie instan, sup, atau nasi goreng daripada digado. Masakkan ini menjadi top of the five pilihan pak Jusuf Kalla dari lima masakkan yang saya gambar.

Kelima, Buras, bentuknya kotak sekitar 8 cm x 8 cm. Buras adalah lontongnya orang makassar. cara memakannya disajikan dengan coto makassar. rasanya lebih gurih dari lontong dan ketupat.



Kondisi saya paling beruntung saat menggambar adalah mendapatkan kursi, ya kondisi saat berdiri cukup ramai, pengunjung bergilir tak henti-henti menciduk lauk pauk.


Foto bersama tuan rumah, Jusuf Kalla setelah memilih top of the five dari sketsa kuliner yang saya buat. masih banyak masakkan yang enak disini, tapi perut saya memiliki batasan, terima kasih pak Jusuf Kalla, semoga masih ada kesempatan Open House berikutnya !

-Nugraha Pratama
@agapratama

Sunday, August 19, 2012

The Eid 1433 H

MAKAN MAKAN
Mari kita bahas dari yang terenak dan tersedap dulu di upacara Idul Fitri 1433 H kali ini. Apa lagi kalau bukan "makanan". Kali ini di rumah saya disediakan Opor, Rendang, Sambal Goreng Ati + Pete, Semur (Arah Jarum Jam). Biasanya kita makan masakan ini menggunakan ketupat, tapi kali ini menggunakan lontong, dengan alasan lebih praktis.

MASJID


Masjid Darussalam adalah salah satu masjid yang memiliki kenangan untuk saya, dulu saya bermain di halaman masjid ini sewaktu saya masih kecil. Masjid ini sepertinya tidak ada perubahan dari dulu, termasuk pada bagian kubahnya, sewaktu kecil saya pernah bingung "kok masjid ini kubahnya ngga berbentuk bola seperti kubah umumnya ya ?" ahahaha. melihat kubahnya tetap begini saya jadi ingat dulu.


TAKBIRAN


Banyak sekali barisan "shaf" kali ini di halaman masjid. dan satu yang memancing mata saya adalah salah seorang yang duduk diatas kursi rodanya tapi tetap lantang meneriakan takbiran
 
KHOTBAH

Saya ngga denger betul khotbah yang dibicarakan, yang pasti intinya "jangan ikuti langkah setan" ya hahaha saya tahu itu adalah nasehat yang ngga pernah "mati" dari lahir sampai mati. Khotibnya juga banyak menyinggung soal sejarah Islam tapi terlalu banyak menyalahkan barat. ayolah jangan salahkan perkembangan. ya dulu Islam sempat menguasai 2/3 belahan dunia, tapi semua sisi dunia terus berkembang. bukan salah barat atau siapapun, mereka bergerak untuk idealnya mereka masing-masing.

Setelah Sholat ied selesai saya pulang melalui jalan yang berbeda, kita bersalam-salaman dengan para tetangga, ngobrol-ngobrol sambil makan-makan kudapan dan teh hangat. lalu saya sempat bertemu teman saya dari SMP (Silmy Kamila) yang lama ngga ketemu padahal tetanggaan. Sekitar sore saya baru pergi kerumah saudara saya untuk saling bersalam-salaman.

Karena tadi kita sudah bahas yang enak-enak, sekarang yang paling ngga enak.
Ya, Handphone anda akan terdengar berisik karena bunyi terus. Inilah yang paling saya benci, disaat saya sedang berinteraksi secara langsung saya juga harus ngobrol di HP ! tapi itu adalah konsekuensi HP dan keakraban lingkar hubungan antar manusia. Enjoy it !



SELAMAT LEBARAN DAN SELAMAT LIBURAN YA, YANG MUDIK JUGA HATI-HATI DI JALAN, JAGA EMOSI KARENA NGGA HANYA KAMU YANG KENA MACET.

SEMUANYA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Nugraha Pratama
@agapratama

Tuesday, August 14, 2012

Satu Hari, Kuliner, dan Semarang

Jalan masih lancar, saya berangkat bersama keluarga (Bapak, Ibu, dan Adik). berniat untuk mengantar adik melihat kampusnya secara langsung dan memang ada kegiatan daftar ulang disana. kita berangkat tepat hari Jumat, tanggal 10 Agustus 2012 dan masih berpuasa. 

Setelah melewati Alas Roban kita berhenti sejenak di Gringsing untuk membeli beberaoa botol madu. Madu yang di jual sendiri berasal dari peternak madu gringsing, dengan beberapa varian seperti madu klengkeng, madu kopi, madu kapuk, madu multiflora, bee polen, bahkan tepung sari bubuk. Madu-mad u ini dikemas di berbagai ukuran botol (botol-botolnya pun botol bekas sambal, minuman, dll).


Sekitar jam 5 sore kita sampai di Semarang, saya langsung bertemu dengan salah satu makanan favorit saya, yaitu Loenpia/Lumpia (Spring Roll) salah satu oleh-oleh khas semarang. makanan ini dari namanya terlihat bahwa ada sentuhan budaya Cina. 

Saya beli lumpia di Jl Pemuda, posisinya tepat di depan Sri Ratu. Merknya Loenpia Mbak Lien, entah mengapa merk ini cukup diperhitungkan di Jakarta, Kedai Mbak lien dari dulu bentuknya kecil, hanya terdapat di pojokan saja, terdiri dari gerobak (dapur), kasir, dan tempat untuk packing. saya dapat rekomendasi ini dari tante saya.

Apa itu lumpia ? Seperti yang tadi saya bilang bahwa lumpia adalah makanan yang terlahir dari percampuran budaya Cina dalam adaptasinya di tanah Semarang (di Semarang memang banyak etnis Tiong hoa). 

Makanan ini berbentuk seperti Risoles dengan komposisi telur, rebung, udang (sekarang sudah ada varian ayam dan kepiting juga) dibalut kulit lumpia dari tepung. Disajikan dengan Bawang merah yang masih muda dengan daunnya dan cocolan (dipping) saus manis yang terlihat seperti ingus. tapi kalau menurut saya ke tiga elemen ini (bawang, lumpia, saus manis) sangat top ! meskipun beberapa orang makan hanya lumpianya saja. Lumpia memiliki ketahanan 2 hari diluar kulkas, dan bisa sampai 5 hari di dalam kulkas. disajikan dalam bentuk goreng ataupun basah (basahpun bisa langsung di makan).


Ini buat yang penasaran dan tidak percaya bahwa kedai lumpia Mbak Lien itu sedari dulu tidak bertambah besar, bentuknya masih terdiri dari satu gerobak, satu meja kasir, satu bilik untuk packing dan menyimpan barang-barang, serta dua kursi panjang sebagai ruang tunggu. terdapat di dalam gang.


Tidak lama lagi jam nya buka puasa, satu toko terdekat dari kedai lumpia Mbak lien ada satu toko yang sangat menarik mata saya, ya Toko Oen mungkin banyak yang sudah kenal, toko ini pertama buka di Jogja pada tahun 1922 yang akhirnya pindah ke Jl Pemuda, Semarang pada tahun 1936. Toko Oen menjual Western, Chinesse, Indonesian Food, kue kering, dan Es Krim ! ya suasana tuanya mengingatkan saya pada Ragusa di Jakarta. Bedanya dengan Ragusa, interior klasik Toko Oen lebih mewah dan lebih besar.


"Fiuh !" mungkin kata yang tepat untuk mengekspresikan bahwa sekarang waktunya istirahat ! hahaha, besok pagi harus sahur dan adik saya harus ke kampus di wilayah Tembalang, dan saya harus menyelesaikan 2 lukisan potret.

Sebelum saya tidur saya sempat kumpul-kumpul bersama teman-teman semarang, ada Naratama Pradipta (teman saya dari SMA) Juga teman-teman Karamba Art Movement di Coffee Toffee Tembalang. disana ada Ajis, Degi, dan Galih, trims banyak kawan !

nah inilah Hotel tempat keluarga kami menginap, tersedia sahur juga untungnya. letaknya tidak jauh dari kampus adik saya.


Terima kasih untuk teman Semarang  buat Naratama Pradipta yang udah nemenin saya muter-muter naik skuter matic biru nya, juga buat teman-teman Karamba Art Movement Ajis, Degi yang baru kenalan saat itu juga Galih yang semangat banget walaupun mohawknya sudah hilang, hehe (salam kangen, bro !) cepat sembuh (Galih menemui saya dengan kondisi masih menggunakan penyangga untuk berjalan, karena kecelakaan motor 4 bulan yang lalu).

Satu hari, Kuliner, Semarang
Tinta, Cat air, Kolase diatas kertas
14,8 x 21 cm (beberapa ada yang spread)
2012

@agapratama

Wednesday, August 1, 2012

Barisan Bajaj di Jalan Gandaria

Malam biasa membuat bajaj ini mangkal, bisa dibilang pinggir jalan Gandaria 1 menjadi pole sementara mereka. Saat ini saya sedang menemani Rama (Gogoporen), Basith (Puppetvector), dan Dika (Toolkit) makan nasi goreng di warung tenda di depan 1/15 Coffee yang nantinya akan menjadi tempat ACT (Kopi Keliling pameran).

Sedikit cerita bajaj adalah kendaraan berroda tiga dan berwarna oranye (sekarang sudah ada yang berwarna biru, menggunakan bahan bakar gas dan produksi baru). kendaraan bajaj oranye ini termasuk dalam kendaraan yang keadaannya hampir terancam punah, namun tak separah Bemo. Bajaj lebih sering bisa kita jumpai.



Tinta dan Cat air diatas kertas
(14.8 x 21 cm) x 2 - spread
2012

-Nugraha Pratama
@agapratama