Tuesday, April 1, 2014

PENUMPANG KERETAPI KELAS EKONOMI


Penumpang Kereta Ekonomi merupakan judul untuk beberapa sketsa yang saya buat selama perjalanan saya menggunakan kereta api kelas ekonomi. Ada kenikmatan tersendiri saat menggunakan jasa kereta ini, terutama pemandangan yang menyenangkan untuk digambar meski kadang mengharukan sekaligus menyebalkan...
Sibuk dengan kegiatan dan fikiran masing2.
Pak Tua yang duduk di depan saya, datang langsung ersandar dan terus mendengkur... Merdeka sekali!

Mie rebus, sepertinya menu ini menjadi makanan favorit bagi sebagian penumpang
saat udara malam mulai dingin menggigit.

Momen menarik, sayang untuk dilewatkan!

Bapak disebelah kanan ini menempati 2 jatah kursi penumpang (2 tiket tempat duduk) untuk bisa tidur dengan posisi seperti ini.Mungkin ini salah satu tidur yg cukup 'mewah' bagi penumpang kelas ekonomi saat penumpang berjubel.

Saya tidak tahu persis, jaket yang menutup mukanya ini benar-benar sebagai penutup muka dari cahaya atau dia memang sudah sadar kalau saya sudah mengincarnya sebagai obyek sketsa? Karena sebelumnya saya sudah mensketsnya sebelum jaket itu menutupi mukanya...

2 in 1, dua bangku untuk 1 orang penumpang. Ini dimungkinkan saat kereta kosong...

Saat kantuk menyerang, sepertinya nilai-nilai kesopanan sudah diabaikan. Ini yg terjadi...
Masing-masing sibuk mencari posisi terbaik untuk bisa memejamkan mata, meski barang sejenak...

Cara tidur yang praktis dan hanya membutuhkan sebuah tas bawaan
sebagai tempat menyembunyikan mata dari cahaya atau wajah dari incaran sketchers... (?)

Dalam lelapnya mereka -kaum urban- berharap, tanah tujuan esok
mampu memberikan harapan yang lebih baik bagi penghidupan mereka kelak.
Kereta meluncur dari Semarang menuju Jakarta.

Bagi mereka yang enggan menyewa bantal, harus rela tidur berbantalkan sandaran tangan atau tetap tidur sambil duduk...


Sleeping Beauty; dua cara jitu untuk bisa tidur tanpa mengganggu penumpang lain...
Salah satu foto saat pengambilan sketsa...

Romantika Perjalanan.
Sekilas dua sosok ini nampak seperti pasangan hidup yang sedang berbagi cerita. Sebenarnya mereka adalah 2 penumpang yang tidak saling mengenal dan menaiki kereta di dua stasiun yang berbeda. Pemuda ini naik dari stasiun yang sama dengan saya, sedang yang perempuan bersama seorang balita - anak sang majikan- naik dari stasiun Cirebon. Mereka segera akrab dan berbincang, bahkan sang pemuda rela menyediakan pangkuannya untuk kaki sang anak majikan.....

Salah satu foto saat pengambilan sketsa....

Media: sketchbook, Kenko Hi-Tech-H dan Cotman Watercolor

3 comments:

Gunawan Wibisono said...

Keren banget Mas Dhar ... saya suka ... tapi kapan kapan Mas Dhar juga bisa membuat sketsa tentang orang orang kaya dan super kaya dengan kegiatan mereka, hobi atau sosialita mereka ... sehingga kita bisa lihat nanti bahwa ketimpangan kaya miskin begitu kontras di sini ... salam

DHAR CEDHAR said...

suwun mas Gun,
memang menyakitkan dan prihatin bila melihat kenyataan yg ada di sekitar kita mas. tapi apapun itu, semua menarik untu diangkat ke dalam sketsa tanpa tendensi serta pretensi apapun kecuali estetika dan sisi human interest semata yg kita kejar...
salam.

xamthone plus said...

keren mas sketsany..
tapi cob j kalo yang di atas gambrrnya di zoom dikitakan lebih jekls dan indh mas..

thx ya mas untuk referensi sketsa saya :D