Friday, October 14, 2011

Kawasan Eropa Kecil & Pecinan di Surabaya

Sebuah Rumah Tua di kawasan jl. Karet Surabaya

Keberadaan rumah rumah jaman belanda di jalan karet memang menarik perhatian, 
 banyak juga yang memanfaatkannya untuk foto2 pre wedding ato sekedar jalan jalan
menikmati sisa sia keindahan arsitektur bangunan.
bukan hanya wisatawan lokal tetapi sesekali nampak wisatawan asing
juga ikut tertarik dan mengunjungi kawasan jl. Karet Surabaya ini.
Namun yang sangat disayangkan keberadaan bangunan tua itu terlihat banyak yang kurang terawat.

 
The Sigar Building ( Gedung Cerutu di jl. Rajawali 1-7 Sby )

The front side is used as an office and the back side is used as a
warehouse.
Nevertheless, this building built in 1916 has one unique tower that looks like a cigarette.
That is how this building got it’s name.








GEDUNG INTERNATIO
jl. Jayengrono Surabaya

Gedung Internationale Crediet-en Handelsvereeniging “Rotterdam” (Rotterdam International Credit and Trading Association) yang akrab dengan sebutan Gedung Internatio atau kantor PT. Tjipta Niaga/PT Aneka Niaga sekarang Dirancang oleh biro AIA (pimpinan Ghijsels) dibangun pada th. 1927-1931. Gedung ini merupakan salah satu bangunan yang paling besar di daerah perdagangan sekitar Jembatan Merah yang terletak di pertigaan Hereenstrat dan Willemsplein (sekarang Jl. Jayengrono), selanjutnya gedung ini dikuasai oleh pasukan Sekutu. Pada tanggal 28 - 30 Oktober 1945 gedung ini dikepung oleh pejuang-pejuang Indonesia. Sewaktu berusaha menghentikan tembak menembak tersebut Brigjen Mallaby tewas terbakar dimobilnyaGedung Internatio, merupakan markas Pasukan Komandan Brigade ke-49 Inggris, yang bertugas di Surabaya. Di seberangnya, para pejuang Arek-arek Suroboyo berada di sekitar Jembatan Merah. Tembak-menembak sering terjadi antara kedua tempat itu. Pada tanggal 30 Oktober 1945, dengan berkendaraan beberapa mobil para anggota Kontak Komisi berusaha menuju gedung Internatio.

·

5 comments:

rudi hartanto said...

bagus pak .. tambah semangat lagi

DHAR CEDHAR said...

keren sekali, warna ciklat semakin mempercantik sekaligus menghidupkan suasana kekunoannya pak....

Pakde Yoes said...

terima kasih semangatnya pak Rudi Hartanto juga mas Dhar Cedhar..

N45HIR said...

goresan-goresannya sangat piawai dan kuat membentuk karakter bangunan tersebut. komposisi gambar dan viewnya bagus. Informatif dan perlu dibukukan!

Pakde Yoes said...

mas Nashir terima kasih supportnya.. semoga bisa menghadirkan trus sketsa2 yg bisa menjadi informasi juga ttg sejarah gedung tua...